Senin, 03 Oktober 2011

Semangat Untuk Sukses




            Kesuksesan tentu saja menjadi dambaan bagi setiap umat manusia. Tidak ada seorangpun diantara kita yang tidak ingin menjadi orang sukses, baik sukses secara material maupun non material,  keduanya adalah cita-cita yang harus tercapai.
 Dalam menggapai kesuksesannyapun setiap orang menempuh jalan yang berbeda, ada yang sekolah sampai tingkatan paling tinggi,  kerja keras banting-tulang dengan menjunjung tinggi profesionalitasnya, bahkan ada pula orang yang rela menjalankan kedua hal tersebut secara bersamaan, semua itu dilakukan demi menggapai kesuksesan.
Segala perjuangan dalam menggapai kesuksesan tentu saja tidak selalu dapat dilalui dengan mulus, semua kesulitan itu pasti pernah kita rasakan, contoh lainnya dapat kita lihat dengan mata kepala sendiri maupun dari berita yang ditayangkan ditelevisi, misalnya mengenai anak-anak dikawasan terpencil dan dalam perjalanan menuju sekolahpun harus melalui medan yang sangat berat, namun mereka mampu menjalaninya karena mereka memiliki semangan yang tinggi agar kelak cita-citanya tercapai.
Seringkali cobaan datang menghadang, menguji kesungguhan setiap orang untuk mencapai mimpinya, yaitu kesuksesan. Ada yang bisa bangkit dan bertahan menghadapi tantangan, namun tak sedikit pula orang-orang yang tidak mampu bertahan untuk menghadapi cobaannya hingga orang tersebut jatuh terpuruk kedalam kubangan keputus-asaan.
Orang-orang yang mampu bertahan dan menjalani tantangan dalam perjalanan menuju kesuksesan adalah orang-orang dengan semangat yang tinggi. Semangat yang ditanamkan dalam diri kita adalah salahsatu modal yang sangat penting untuk sukses, bagaimanapun keadaannya dan apapun tantangannya, pasti dapat kita hadapi karna kita punya semangat untuk sukses, putus asa adalah musuh yang harus ditaklukan bagi orang tangguh  yang memiliki semangat untuk mencapai kesuksesannya.
Saat kita belum bisa mancapai apa yang kita inginkan itu bukan berarti kita gagal, kebanyakan orang menyebutnya sebagai kesuksesan yang tertunda. tiak usah takut jika kita gagal karena kegagalan adalah hal yang wajar. Saat kita mempunyai target yang sederhana tentunya tingkat kegagalan itu kecil, semakin besar hal yang ingin dicapai maka ancaman gagalpun akan lebih tinggi dan frekuensinya lebih banyak. 
walaupun gagal itu wajar, kita harus mampu memperhitungkan akan berapa kali kiita gagal dan bagaimana penyebab gagal sebelumnya itu tidak terjadi lagi. Berawal dari keinginan yang kuat dan motivasi yang tinggi, tanpa disadari semangatpun akan muncul dan membuat diri kita mampu menjaalani hal-hal yang sebelumnya kita anggap berat dan sulit untuk dijalani. Jangan jadikan kegagalan memjadi kiamat atas semangat kita. untuk itu jika kita ingin sukses, jagalah api semangat didalam jiwa kita agar tidak pernah padam walau dihujani tantangan.

Sejarah psikologi

SEJARAH PERKEMBANGAN PSIKOLOGI
            Sejarah mengenai perkembangan psikologi  yang awalnya  bermula dari para filsuf adalah sebagai berikut,
I.                   Psikologi Sebagai Bagian Dari Filsafat
Awal mula dikenal adanya ilmu psikologi adalah berasal dari para filsuf sejak sebelum masehi. Pada saat itu, ilmu psikologi masih menyatu dengan filsafat, dikatakan demikian dapat dimungkinkan karena  ahli filsafat pada saat itu adalah ahli psikologi juga. Dimulai oleh Pythagoras (572-497 SM) melalui pendapatnya yang menyatakan bahwa jiwa merupakan bahwa jiwa merupakan sesuatu yang berdiri sendiri dan tidak dapat mati (Hadiwijono, 1980 a : 19). Perkembangan Psikologi dilanjutkan kemudian dengan hadirnya berbagai pandangan dari filosof-filosof besar, yaituSocrates, Plato dan Arbistoteles.

Para ahli filsafat seperti Plato (429-347 SM) dan Aristoteles (384-322 SM), telah memikirkan hakikat jiwa dan gejala-gejalanya. Pada zaman kuno, tidak ada spesialisasi dalam lapangan keilmuan, sehingga boleh dikatakan bahwa semua ilmu itu adalah filsafat, dan filsafat adalah induk dari ilmu pengetahuan (Sobur,2003:74).

Psikologi menurut para filsuf :

a.       Psikologi Plato
Seorang murid Socrates, yaitu Plato yang seorang filsuf Yunani, lahir pada 29 Mei 429 SM di athena. Ia Berpandangan bahwa jiwa dan tubuh merupakan dua kenyataan yang harus dibeda-bedakan dan dipisahkan. Pendapat ini dikenal dengan istilah dualisme Plato.
Dalam teorinya tentang “idea”, Plato melukiskan pertentangan antara kenyataan rohani yang tidak dapat mysnah, dan kehidupan didunia ini yang dialami secara indrawi; teori ini berkaitan dengan pandangannya mengenai terpisahnya jiwa manusia yang tak dapat mati dan badan yang akan musnah. Idea-idea itu mewujudkan adanya yang paling tinggi dan nyata, tetapi terarah juga pada idea tentang kebaikan yang terdapat disebelah sana, segala sesuatu yang ada. Nilai ini mendorong plato untuk menerjunkan diri kedalam kehidupan yang sehari-hari dan dengan demikian, Ia ingin membina watak manusia ditengah-tengah masyarakat polis itu.  Didalam alam raya pun, idea-idea itu berpengaruh dengan pemberian wujud pada alam kebendaanyang masih tanp[a wujud ( Peursen, 1991:251 ).
b.      Psikologi Aristoteles (384-322 SM)
Aristoteles merupakan murid dari plato, pada usia tujuh belas tahun, aristoteles dikirim ke Akademi plato di Athena. Aristoteles telah menciptakan karya dalam bisang psikologi, diantaranya yaitu De Anima (tentang sifat-sifat dasar jiwa) dan Parra Naturalia (essei-essei mengenai beberapa topik seperti sensasi, persepsi, memori, tidur dan mimpi).
Aristotles mengemukakan macam-macam tingkah laku manusia yang berbeda yang berbeda dengan tingkah laku pada organisme lainnya dalam De Anima, Tingkah laku menurut aristoteles adalah sebagai berikut:
1.      Tumbuhan , memperlihatkan tingkah laku pada taraf vegetatif.
2.      Hewan, selain tingkah vegetatif, juga bertingkahlaku sensitif (melalui panca indera).
3.      Manusia , bertingkah laku vegetatif, sensitif dan rasional.
Salahsatu teori dari metafisika Aristoteles yang penting ialah pendapatnya bahwa matter dan form  itu bersatu: matter memberikan substansi tertentu, form memberikan pembungkusnya. Setiap objek terdiri dari matter dan form (Mayer, dalam Tafsir, 1993:52). Jadi, ia telah mengatasi dualisme plato yang memisahkan matter dan form: bagi plato, matter dan form berada sendiri-sendiri. Ia juga berpendapat bahwa matter itu potensial dan form aktualitas (Sobur,2003:78).
c.       Psikologi Rene Descartes (1596-1650 M)
Menurut Descartes,  manusia terdiri atas dua macam zat yang berbeda secara hakiki, yaitu res cogitans atau zat yang dapat berpikir, dan res extensa atau zat yang mempunyai luas ( gerungan, 1987:7). Dan definisi psikologi menurutbya ialah ilmu pengetahuan mengenai gejala-gejala pemikiran, atau gejala-gejala manusia terlepas dari badannya.
Mengenai tingkah laku manusia Descartes membaginya atas (Dirgagunasa,1996:18):
1.      Tingkah laku rasional, berhubungan dengan jiwa yang disebutnya Unextended Substance
2.      Tingkah laku mekanis, yang berhubungan dengan badan yang disebutnya dengan exstended subtance.
Descartes menjabarkan tiga jenis ide, yakni:
1.      Ide-ide bawaan (innate ideas)
2.      Ide-ide buatan (factitious ideas)
3.      Ide-ide yang tidak disengaja (adventitious ideas)

d.      Psikologi John Locke (1632-1704 M)
John Locke adalah seorang filsuf inggris yang dilahirkan di Somersetshire, Bristol.
“ Dalam buku Essay Concerning human under standing, Locke( Dirgagunarsa,1996:19) mengemukakan bahwa kalau suatu benda dapat dianalisis sampai sekecil-kecilnya, demikian pula dengan jiwa manusia. Locke menyetujui apa yang dikemukakan oleh James Mill yang terkenal dengan reductio ad absurdum. Jiwa manusia diibaratkan sebagai mental chemistry dikatakannya bahwa unsur atau elemen terkecil dari jiwa manusia adalah simple idea ”(sobur, 2003:82).
Dalam konsepnya mengenai tabula rasa, locke menyatakan, semua pengetahuan, tanggapan, dan perasaan jiwa manusia diperolehkerena pengalaman melalui alat-alat inderanya, beberapa hal penting dalam konsep John Locke (Sobur,2003: 84).:
1.      Pikiran sebelum lahir/pengalaman tertentu : seperti sebuah lembaran yang kosong.
2.      Melalui rangsangan dari dunia luar, sensasi-sensasi(ide sederhana) tercatat pada lembaran itu.
3.      Aktivitas seperti itu merupakan sumbar dan dasar seluruh pengetahuan serta pemikiran.
4.      Tidak ada ide atau bawaan sejak lahir.
5.      Pikiran adalah sebuah entitas pasif, sebuah wadah yang dapat menerima rangsangan, sensasi, ide, pengetahuan tetapi tidak bisa mengkreasinya sendiri.

e.       Psikologi Leibniz (1646-17-16)

“Berkenaan dengan konsep materi dan kuantitas, Leibniz dalam disertasinya mengutarakan dugaan bahwa materi dan kuantitas sama saja. Ia menempatkan materi dengan roh pada taraf yang sama, berlainan dengan Descartes yang mempertentangkan materi (substansi luasa) dengan jiwa (substansi berpikir). Secara dinamis, Leibniz menggambarkan kenyataan yang bila dipandang dari dalam, terdiri atas unsur-unsur daya rohani(modane). Akan tetapi kalau unsur-unsur itu didekati dari luar, tampak sebagai materi dan keluasan. Konse kuantitas ini makin menghamparkan konsep materi , bahkan pengertian tentang ruang bukan kosong lagi, melainkan dipersempit, disamakan dengan angka dan ukuran. Pendekatan ini mendekati apa yang dalam filsuf modern disebut formalitas,. Dalam hubungan ini Peursen menandaskan” (Sobur,2003:87)

f.       Psikologi George Berkeley
Inti dari doktrin Berkeley  yang terkenal yaitu “Esse est Percipi” yaitu yang ada adalah untuk dipersepsi.hal ini dapat di artikan bahwa segala sesuatu yang ada harus dipersepsi. Berkeley menyebut hal-hal yang dapat dipersepsi sebagai sesuatu yang dapat diindrai atau kualitas-kualitas yang dapat diindrai; terkadang ia menyebutnya ide-ide atau sensai-sensasi (sobur,2003:89). Dalam pernyataan  Esse es Percipi, Berkeley menekankan bahwa semua yang ada diluar manusia hanya ada sebagai persepsi (Alisjahhana,1986:2)
g.      Psikologi David Hume (1711-1776M)
Dalam teori bundle theory of mind Hume menyatakan bahwa pikiran tak lebih dari seberkas atau sekumpulan persepsi berbeda, yang bergantian satu sama lain dengan kecepatan tak tercermati, serta berada dalam perubahan dan pergerakan terus-menerus. Pikiran bukanlah substansi mental tapi semata-mata seberkas pengalaman yang terjadi berurutan..seluruh rangkaian tersebut membentuk kumpulan yang dinamakan pikiran yang dihubungkan oleh ciri: (a) Keserupaan persepsi, (b) kedekatan pengalaman waktu dan tempat, (c) keteraturan antar persepsi, (d) memori (Sobur, 2003:94).
 Tiga dalil asosiasi menurut Hume:
·         Asosiasi karena berdekatan dalam waktu dan ruang
·         Asosiasi karena persamaan arti
·         Asosiasi karena sebab akibat
h.      Psikologi John Stuart Mill

John Stuart Mill seperti ahli-ahli terdahulu juga banyak mempelajari persepsi dan ide (Dirgagunarsa,1966).ia menerima pendapat para ahli sebelumnyabahwa persepsi dan ide adalah elemen-elemen yang sistematis dari jiwa. Berbagai elemen itu dihubungkan oleh asosiasi, dan berlaku melalui dua prinsip, yaitu similarity dan contiguity (Sobur,2003:98).


II.                Psikologi sebagai ilmu yang mandiri

Psikologi dinyatakan sebagai ilmu mandiri yaitu oleh Wilhem Wund bersama para asistennya yaitu Helmholtz, Weber,dan Fechner, yang ditandai dengan didirikannya labolatorium psikologi pertama. Tepatnya di Leipzig, tahun 1879. menandai lahirnya Psikologi sebagai ilmu yang mandiri, terpisah dari filsafat dan ilmu alam. Wundt adalah orang pertama yang mengenalkan istilah “Psikologi Eksperimental” dan mensosialisasikan ajaran instrospeksi, yaitu pemeriksaan keadaan mental diri sendiri. Ajaran Wundt banyak berpengaruh pada ahli-ahli Psikologi, seperti Ebbinghaus, Muller, Brentano, Stumpf, dan Kulpe. Hal-hal yang diteliti dalam labolatorium tersebut  mengenai persepsi, reproduksi, ingatan, asosiasi dan fantasi.
Dengan berdirinya psikologi sebagai ilmu mandiri, timbul berbagai psikologi dengan corak khusus, diantaranya:
a.       Psikologi lama (kuno):
1.   berupa psikologi unsur yang mendasarkan pandangan pada elemen dan unsur yang berdiri sendiridan diselidiki sendiri-sendiri.
2.   Mencari hukum sebab-akibat,hukum kausal dan bersifat mekanis dalam peninjauannya.
3.   Psikologi dalam peninjauannya selalu mendasarkan pada peninjauan kehidupan kejiwaan dalam hubungannya dengan subjeknya.
                                    b. Psikologi Modern
1.      mendasarkan peninjauannya pada psikologi totalitas
2.      meninjau kehidupan kejiwaan dengan melihat hubungan kejiwaan sebagai bagian dari manusia.
3.      Selalu mendasarkan pada peninjauan kehidupan kejiwaan dalam hubungan dengan subjeknya.

III.             Aliran-aliran psikologi

1.      Strukturalisme
Strukturalisme itu sulit dikenali karena mencangkup bentuk-bentuk yang beragam sehingga sulit menampilkan sifat umum dan karena  struktur yang dirujuk memiliki arti berbeda. (Piaget,1995:1)
Strukturalisme merupakan aliran yang pertama dalam psikologi, karena pertamakali ditemukan oleh wundt setelah setelah ia melakukan eksperimen-eksperimennya di labolatorium Leipzig. Tahun 1893, Edrward Titchener 91867-1927), seorang murid Wundt yang sangat terkenal, mengembangkan Psikologi di Amerika Serikat dengan mendirikan Laboratorium di Cornell. Titshener mengaku bahwa meskipun ia adalah pengikut Wundt yang setia namun ia mengembangkan suatu pendekatan tersendiri. Pandanagan strukrualisme-nya berdasarkan pada hasil inrospeksi dan bersifat mekanistik, yaitu memilakh pengalaman manjadi unsure-unsur yang hanya memiliki makna bila bersatu (yang kemudian disetujui oleh para penganut gestalt). Struktualis juga mempermasalahkan tentang “apa” dan “di mana”dan menolak adanya Psikologi terapan. Aliran ini bertahanb hingga 25 tahun dan berakhir ketika Titchener wafat(Benson & Grove, 2001 : 42-43).
2.      Aliran fungsionalisme
Muncul kemudian suatu pandangan yang bertentangan dengan struktualisme , yaitu fungsionalisme yang bertitik beratkan pada cara berjalannya fungsi otak yang dilatarbelakangi oleh kesadaran Darwin dan Galton serta  Herbert Spencer (1820-1903). .
Fungsionalisme mempermasalahkan tentang “bagaimana” dan “mengapa” dan mencoba untuk menereapkan Psikologi dalam kehidupan sehari-hari. Fungsionalisme dipelopori oleh William James (18421910), Jonh Dewey (1859-1952), James Angel(1869-1949) dan Harvey Carr (1873-1954) (Benson & Grove, 2001 : 42-46).
William James (1842-1910) tertarik pada konsep kesadaran sebagai hasil dari aktivitaas otak, hingga kemudian ia menciptakan “aliran kesadaran” untuk menggambarkan proses yang berkesinambungan (bukan berupa unsur-unsur). Ia banyak mempelajari tentang telepati, paranormal, spiritualisme, dan lain-lain, yang membuanya dianggap tidak ilmiahdan bahkan dijauhi oleh sebagian ilmuwan. Melalui bukunya Talks to Teachers(1899), ia mulai banyak melakukan penerapan yang penting pada lapangan Psikologi Pendidikan.
John Dewey (1859-1952) adalah seorang ilmuwan yang pragmatis (menyetujui apa saja yang efektif dalam pelaksanaan). Ia menerbitkan buku Psikologi Amerika pertama yang berjudul Psychology (1886). Dewey tidak menyetujui konsep “dikotomi” tentang pemisahan jiwa-raga, fakta-nilai, pikiran-tindakan, individu-masyarakat. Dewey banyak meneliti tentang evolusi yaitu yang berkaitan dengan perjuangan manusia untuk hidup. Perhatian Dewey terhadap dunia pendidikan melahirkan pandangan bahwa sekolah harus menjadi tempat anak-anak berinteraksi dan bereksperimen, menurut kebutuhan dan “keingintahuan intelegensinya” masing-masing. Ia melihat bahwa anak-anak sebagai mahluk yang aktif yang dibentuk dan membentuk lingkungannya (Benson & Grove, 2001 : 44-45).
James Angell (1869-1949) secar formal mengubah fungsionalisme menjadi sebuah mazhab pemikiran “Aliran Chichago”. Menurutnya kita harus memandang semua kerja kesadaran-semua sensasi, emosi, dan keinginan kita, sebagai pengungkapan adaptasi organic terhadap lingkungannya, yang merupakan adaptasi social maupun fisik. Angell(1906) menyimpulkan pokok-pokok ajaran fungsionalisme sebagai berikut :
·         Fungsionalisme dipandang sebagai aliran Psikologi yang menyelidiki fungsi jiwa, bukan unsurnya.
·         Fungsionalisme memandang Psikologi sebagai ilmu yang menyelidiki penyesuaian diri organisme terhadap lingkungan sekitarnya. Fungsi utama dari tindakan manusia adalah memberikan kepuasan bagi organisme., sedangkan kesadaarn berfungsi sebagai penyesuaian terhadap situasi-situasi baru.
·         Psikologi fungsionalisme tergolong dalam pandangan psiko-psikis yang memandang jiwa-raga sebagai suatu totalitet atau kebulatan yang tidak terpisahkan. Fungsionalisme mempelajarilandasan psikologis dari peristiwa-peristiwa kejiwaan (Masrun, 1975 : 121).
Harvey Carr (1873-1954) muncul ketika fungsionalisme berpindah dari pikiran (subyektif) dan kesadaran, kepada mempelajari tingkah laku (obyektif). Ia menyatakan berakhirnya fungsionalisme ketika tidak lagi ada persaingan pandangan antara stukturalisme dan fungsionalisme, yaitu saat semua orang menjadi “fungsionalis”. (Benson & Grove, 2001 : 46).
3.      Aliran Psikoanalitis
Aliran Psikodinamika (1896) yang berarti “jiwa yang aktif”, dipelopori oleh SigmundFreud (1856-1939). Aliran ini pada pelaksanaannya sering menerapkan teori psikoanalisis sehingga kemudian banyak orang menyebutnya sebagai aliran Psikoanalisis. Istilah Psikoanalisis pertama kali digunkan oleh Freud. Istilah ini menggambarkan berbagai teori dan teknik yang digunakan untuk mencari dan menyebuhkan masalah mental manusia.
Pokok ajaran dari Psikoanalisis antara lain :
1.      Tentang kesadaran, pra-sadar, dan ketidaksadaran jiwa yang dianalogikan dengan menggunakan fenomena gunung es.
2.      Libido yaitu energi bawaan sejak lahir yang kita miliki yang memotivasi dan membuat kita mampu bertahan hidup. Salah satu bentuk libido adalah kegiatan seksual.
3.      Id, ego, superego. Id adalah berkaitan dengan prinsip kesenagan, ego berkaitan dengan prinsip kenyataan, sedangkan superego merupakan penjaga moral atau kata hati.
4.      Tahap perkembangan psikoseksual, yaitu oral, anal, phalik, laten, genital.
5.      Mekanisme pertahanan diri yaitu cara untuk melindungi diri dari hal-hal yang tidak menyenangkan secara tidak sadar (Benson & Grove, 2001 : 48-58).
Melihat pokok ajaran diatas nampak bahwa Psikoanalisis menyentuh hamper semua aspek kehidupan manusia. Tokoh-tokoh lain yang turut mengembangkan Psikoanalisis adalah Alfred Adler (1870-1937), Carl Jung (1875-1961), Karen Homey (1885-19520,Erich Fromm (1900-1980) dan Erik Erikson (1902-1994)

4.      Psikologi Gestalt

Psikologi Gestalt mengkaji masalah tingkah laku dan pengalaman sebagai kesataun totalitas. Ajarannya menyatakan bahwa melihat keseluruhan jauh lebih berarti daripada melihat bagian per bagian. Konstribusi terbesar dari aliran ini adalah di bidang persepsi dan belajar. Pemikir utama aliran ini adalah Max Wertheimer (1880-1943), WolfgangKohler (1887-1967), dan Kurt Koffka (1886-1941) (Chaplin, 1997 : 208).
Menurut psikologi Gestalt, manusia tidak memberikan respon pada stimuli secara otomatis. Manusia adalah organisme aktif yang menafsirkan dan bahkan mendistorsi lingkungan .” Pada mulanya psikologi Gestalt hanya menaruh perhatian pada persepsi objek. Beberapa orang menerapkan prinsip-prinsip gestalt dalam menjelaskn perilaku sosial.
5.      Aliran Behaviorisme
Aliran Behaviorisme berakar dari pemikiran filosofis tentang asosiasinisme yang mempelajari cara pikiran saling berhubungan dan mencoba untuk menemukan “hukum” yang menggambarkan dan menjelaskan tingkah laku (Benson & Grove, 2001 : 60). Pokok ajaran behaviorisme adalah mengenai tingkah laku tanpa mengkaitkannya degnan konsep kesadaran atau mentalitas. Tokoh-tokoh yang mengembangkan aliran ini antara alin IvanPavlov (1849-1936), Jonh B Watson (1878-1958), Karl S Lashley (1890-1958), BF Skinner (1904-1990) (Chaplin, 1997 : 54-55).

          Sumber:  Sobur, Alex. 2003. Psikologi Umum, Bandung: Pustaka setia
                       

Selasa, 23 Agustus 2011

puisi nglantur

Saat mata dan pikiran sedang tidak berkawan
berbeda yang dituju bahkan menjadi lawan
apa yang dimau mata tak dimau oleh pikir
saling bertarung melawan arus
mata bertarung hingga terjaga
pikiran bertarung hingga kelelahan
hasil akhir tetap berlawanan 
tiba2 ada ayam jantan lewat kukuruyuk ayoo makan sate 
nah?ganyambung wkwkwk

Rabu, 20 Oktober 2010

masalah lingkungan

1 fenomena yang terjadi di alam mengeni air sehigga menjadi langka
beberapa fenomene dialam yang  menebabkan air menjadi langka yaitu:
  • penggundulan hutan, sehingga menyebabkan tidak adanya akar-akar pohon besar yang menyerap atau menampung air hujan yang jatuh ke permukaan tanah, hal ini menyebabkan air yang hujan yang jatuh langsung mengalir di permukaan tanah bahkan menyebabkan banjir.
  • di sebagian daerah air menjadi langka karena hujan tidak turun,terutama paa saat musim kemarau.
  • tidak adanya sumur resapan atau biopori yang menyerap air saat musim hujan,sehingga pada saat musim kemarau datang terjadi kelangkaan air akibat tidak adanya cadangan air atu persediaan ai tanah
2. krisis air semakin parah keadaannya akibat pengelolaan air yang tidak benar.mengapa?
 karena pengelolaan air yang tidak benar sama saja dengan mengeksploitasi air,padahal dalam penggunaannya seharusnya air dihemat agar tidak terbuang sia-sia.

3. Berikan contoh kasus di Jawa yang mendapatkan dampak dari privatisasi
Sebagai contoh, privatisasi air menyebabkan lebih dari 9.000 KK di Serang terancam kekurangan air baik untuk konsumsi rumah tangga maupun untuk lahan sawah akibat dari pembangunan pembangunan pabrik air Danone seluas 100 hektar sawah yang subur di Padaricang untuk kemudian dikonversi menjadi sumur arthesis penghasil air. Akibat protes petani, maka kegiatan penyedotan air dihentikan pada September 2008.

4.Jelaskan krisis air sebagai kerusakan ekologi
krisi air adalah dimensi kerusakan ekologis bumi yang menyebar dan paling tidak terlihat. Persoalan ini bukan hanya terjadi akibat pertumbuhan populasi, tapi diperparah oleh penggunaan air yang berlebihan. Dalam hal tersebut, manusia telah merusak bumi dan menghancurkan kapasitasnya untuk menerima,menyerap dan menampung air. Pembabatan hutan dan pertambangan telah menghancurkan kemampuan serap yang dimiliki tanah untuk menyimpan air. Hal lain yang tak bisa dipungkiri, meningkatnya penggunaan bahan bakar minyak telah menyebabkan polusi udara dan perubahan iklim yang menjadi penyebab utamanya banjir dan kekeringan..

5.yang harus kita lakukan terhadap lingkungan untuk menanggulangi masalah krisis air?
  •  melakukan reboisasi pada lahan yang gundul
  • membuat sumur resapan dan biopori untuk menyerap air hujan pada saat musim hujan

6. apa yang dimaksud dengan banjir?
Banjir adalah peristiwa terendamnya daratan akibat meluapnya air sungai karena tidak dapat menampung debit air,tersumbatnya aliran sungai dan kurangnya sumur resapan dilingkungan yang terkena banjir.

7. mengapa di dataran tinggi terjadi banjir pula?
didataran tinggi dapat terjadi banjir karena kurangnya daerah resapan air sehingga air hujan yang jatuh didak terserap melainkan langsung mengalir di permukaan sehingga terjadi banjir.

8. apa bedanya banjir bandang dengan tsunami?
  • Banjir Bandang adalah banjir di daerah di permukaan rendah yang terjadi akibat hujan yang turun terus-menerus dan muncul secara tiba-tiba. Banjir bandang terjadi saat penjenuhan air terhadap tanah di wilayah tersebut berlangsung dengan sangat cepat hingga tidak dapat diserap lagi. Air yang tergenang lalu berkumpul di daerah-daerah dengan permukaan rendah dan mengalir dengan cepat ke daerah yang lebih rendah. Akibatnya, segala macam benda yang dilewatinya dikelilingi air dengan tiba-tiba.
  • Tsunami adalah gelombang air laut yang datang tiba-tiba kepermukaan yang disebabkan oleh adanya gempa tektonik didasar laut.
9.apa yang harus kita lakukan untuk menanggulangi banjir?
  • menyediakan sistem perparitan dan saluran drainase
  • melakukan pendalaman sungai yang sudah dangkal
  • memelihara hutan dan melakukan penghijauan di area yang sudah gundul
  • membuat sumur resapan air hujan dan membuat biopori
  • tidak membuang sampah ke sungai
  • tidak mendirikan bangunan disekitar bantaran sungai serta menanami bantaran sungai dengan pepohonan
  • menjaga kondisi sungai agar tidak tersumbat
10.jelaskan fenomena di masyarakat menyangkut krisis energi (BBM,listrik)
krisis energi di masyarakat terjadi akibat pemborosan dalam penggunaan energi, baik listrik maupun BBM. krisis energi menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat, diantaranya yaitu:
  • kenaikan harga BBM dan tarif listrik
  • banyak ditemukaan kelangkaan BBM serta adanya antrian panjang saat membeli BBM
  • adanya kebijakan pemadaman listrik bergilir disetiap daerah
  • banyaknya usaha kecil dan menengah yang gulung tikar akibat dari kenaikan harga BBM dan listrik sehingga angka pengangguran mengalami peningkatan kembali. Akibatnya angka kriminalitas pun ikut meningkat.
11.jelaskan dampak krisis energi tersebut terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat!
banyaknya usaha kecil dan menengah yang gulung tikar akibat dari kenaikan harga BBM dan listrik sehingga angka pengangguran mengalami peningkatan kembali.meningkatnya tingkat pengangguran mengakibatkan angka kriminalitas pun meningkat,akibatnya banyak orang yang didorong oleh himpitan ekonomi melakukan perbuatan kriminal, seperti pencopetan dan pencurian hal ini pun semakin meresahkan masyarakat.


12.Apa penyebab terjadinya krisis energi dan bagaimana cara menanggulanginya?
  • Penyebab utamanya adalah semakin bertambahnya populasi manusia , kedua adalah modernisasi hampir disemua belahan bumi . Ketiga adalah pertumbuhan penduduk tidak dibarengi dengan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem . keempat adalah pemborosan dalam penggunaan energi.
  • cara menanggulanginya menciptakan dan memakai produk ramah lingkungan dan melakukan penghematan dalam pemakaian energi secara efektif dan efisien.
13, adakah hubungan dengan kerusakan lingkungan?jelaskan!
ada, pemakaian energi dan pemanfaatannya secara eksploitasi besar-basaran untuk memenuhi kebutuhan  dapat menimbulkan kerusakan pada sember energi,eksploitasi yang besar-besaran membuat energi cepat habis sehingga menimbulkan ketidakseimbangan ekosistem.

14.Bagaimana fenomena krisis pangan dalam lahan yang terjadi di Jawa Barat?
 krisis Pangan di daerah jawa barat terjadi karena terjadinya eksplosi hama dan penyakit pada tanaman para petani Jawa Barat,terjadinya bencana alam berupa kekeringan, banjir, gempa bumi, gunung
meletus dan sebagainya,terjadinya kegagalan tanaman pangan makanan pokok dan terjadinya penurunan persediaan bahan pangan.

15.mangapa banyak petani yang beralih profesi?
Banyak petani yang beralih profesi karena tergiur dengan penghasilan profesi lain yang lebih besar,untuk itu banyak petani yang melakukan urbanisasi ke kota. selain itu penyebab eanyaknya petani yang berpinadah profesi adalah adanya kekeringan dan gagal panen yang menyebabkan kerugian yang besar,untuk itu petani terdorong untuk berpindah profesi.

16.Bagaimana usaha pemerintah menanggulangi masalah ini?
menyediakan kebutuhan sembako bagi masyarakat dengan melakukan import pangan dari negara lain serta melakukan ekstensifikasi dan intensifikasi pertanian

17.Bagaimana pendapat mu tentang RUU LPPA?
RUU LPPA sebaiknya benar-banar dilaksanakan secara nyata agar pertanian tidak beralih fungsi lahan dan kebutuhan pangan dalam negeri terpenuhi dan tidak terjadi lagi krisis pangan.

18.Apa yang menjadi kendala dalam melaksanakan intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian?
Kendalanya yaitu pada banyaknya lahan yang mengalami alih fungsi serta banyaknya gangguan pada tanaman karena hama dan juga kendala dalam pensosialisasiannya kepada petani.










Minggu, 10 Oktober 2010

The Battle For Surabaya


Pertempuran Surabaya


Latar Belakang
·        Insiden Bendera di Hotel Yamato

Sekelompok orang Belanda di bawah pimpinan Mr. W.V.Ch. Ploegman,sore hari tanggal 18 September 1945, tepatnya pukul 21.00, mengibarkan bendera Belanda (Merah-Putih-Biru), tanpa persetujuan Pemerintah RI Daerah Surabaya,hal ini memancing kemarahan pemuda Surabaya,karena mereka menganggap Belanda telah menghina kedaulatan Indonesia, hendak mengembalikan kekuasan kembali di Indonesia, dan melecehkan gerakan pengibaran bendera Merah Putih yang sedang berlangsung di Surabaya. Karena dalam perundingan pihak Belanda menolak permintaan bangsa Indonesia maka terjadilah insiden yang menewaskan  Ploegman dan Sidik
·        Kematian Brigadir Jenderal Mallaby

Tewasnya Malaby oleh tembakan salah seorang pemuda Indonesia menimbulkan kesalahpahaman dan membuat pihak inggris marah, sehingga pengganti malaby yaitu  Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh mengeluarkan ultimatum 10 November 1945 untuk meminta pihak Indonesia menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawanan pada tentara AFNEI dan administrasi NICA.

·        Ultimatum 10 November 1945

Setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, penggantinya, Mayor Jenderal Robert Mansergh mengeluarkan ultimatum yang menyebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945.

Ultimatum tersebut kemudian dianggap sebagai penghinaan bagi para pejuang dan rakyat yang telah membentuk banyak badan-badan perjuangan / milisi. Ultimatum tersebut ditolak oleh pihak Indonesia dengan alasan bahwa Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri, dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) juga telah dibentuk sebagai pasukan Negara. Oleh karena itu pada tanggal 10 November 1945 pertempuran terjadi di Surabaya

Tempat           : Surabaya
Waktu            : 10 November 1945

Tokoh

·         Mr. W.V.Ch. Ploegman (Belanda)
·         Residen Soedirman (Indonesia)
·         Sidik (Indonesia)
·         Haryono (Indonesia)
·         Koesno Wibowo(Indonesia)
·         D.C. Hawthorn(inggris)
·         Brigadir Jenderal Mallaby(inggris)
·         Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh (Inggris)
·         Bung Tomo(Indonesia)