Minggu, 10 Oktober 2010

The Battle For Surabaya


Pertempuran Surabaya


Latar Belakang
·        Insiden Bendera di Hotel Yamato

Sekelompok orang Belanda di bawah pimpinan Mr. W.V.Ch. Ploegman,sore hari tanggal 18 September 1945, tepatnya pukul 21.00, mengibarkan bendera Belanda (Merah-Putih-Biru), tanpa persetujuan Pemerintah RI Daerah Surabaya,hal ini memancing kemarahan pemuda Surabaya,karena mereka menganggap Belanda telah menghina kedaulatan Indonesia, hendak mengembalikan kekuasan kembali di Indonesia, dan melecehkan gerakan pengibaran bendera Merah Putih yang sedang berlangsung di Surabaya. Karena dalam perundingan pihak Belanda menolak permintaan bangsa Indonesia maka terjadilah insiden yang menewaskan  Ploegman dan Sidik
·        Kematian Brigadir Jenderal Mallaby

Tewasnya Malaby oleh tembakan salah seorang pemuda Indonesia menimbulkan kesalahpahaman dan membuat pihak inggris marah, sehingga pengganti malaby yaitu  Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh mengeluarkan ultimatum 10 November 1945 untuk meminta pihak Indonesia menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawanan pada tentara AFNEI dan administrasi NICA.

·        Ultimatum 10 November 1945

Setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, penggantinya, Mayor Jenderal Robert Mansergh mengeluarkan ultimatum yang menyebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945.

Ultimatum tersebut kemudian dianggap sebagai penghinaan bagi para pejuang dan rakyat yang telah membentuk banyak badan-badan perjuangan / milisi. Ultimatum tersebut ditolak oleh pihak Indonesia dengan alasan bahwa Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri, dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) juga telah dibentuk sebagai pasukan Negara. Oleh karena itu pada tanggal 10 November 1945 pertempuran terjadi di Surabaya

Tempat           : Surabaya
Waktu            : 10 November 1945

Tokoh

·         Mr. W.V.Ch. Ploegman (Belanda)
·         Residen Soedirman (Indonesia)
·         Sidik (Indonesia)
·         Haryono (Indonesia)
·         Koesno Wibowo(Indonesia)
·         D.C. Hawthorn(inggris)
·         Brigadir Jenderal Mallaby(inggris)
·         Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh (Inggris)
·         Bung Tomo(Indonesia)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar